Pages

Friday, October 25, 2013

Pacaran Paling Asik


Pacaran paling asik? wah ngapain aja tuh? yang namanya asik itu pastinya ga ngebosenin. Nah, pacaran yang ga pernah ngebosenin itu yang kayak gimana ya? apakah mungkin momen pacaran yang mesra tingkat tinggi? atau romantis lebay dari sang pacar?

Kalau menurut saya, pacaran paling asik itu kalau kita dan pasangan bisa kompak, saling pengertian, saling mendukung dan saling mengutamakan pasangan daripada dirinya sendiri.

Gimana caranya tuh? Berikut beberapa tips gimana supaya bisa pacaran asik:






  1. Sinyal Kuat / Komunikasi


    Ibarat jaringan seluler, pacaran paling asik itu pacaran yang sinyalnya kuat

    Lho? kok sinyal kuat? gimana maksudnya? iya sinyal kuat, alias "nyambung".

    Begini, kalau kita telponan waktu sinyal lagi bagus kan suaranya jernih. Di sana ngomong A, di sini dengarnya A. Sinyal kuat alias komunikasi yang jelas. Apa yang disampaikan oleh pasangan, kita mengerti dengan benar dan begitupun sebaliknya.

    Komunikasi yang baik menghindari salah paham atau asumsi.

    Kebayang ga seberapa sering kita konflik dengan pasangan karena salah paham, asumsi atau kita tidak mengerti maksud apa yang diinginkan si doi?

    Ketika komunikasi berhenti, keabnormalan masuk.

    2 Yoh 1:12 - Aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu.
    Komunikasi yang berkualitas akan menghindari pasangan dari kesalahpahaman.

    Jangan berasumsi pasangan kita tahu apa yang seharusnya kita inginkan jika kita tidak pernah mengutarakannya. Pernah ga, waktu konflik si doi bilang, "harusnya kamu tahu dong??". Sering ya? hehe. Ya ga bisa begitu dong, yang namanya pasangan itu dibesarkan di dua budaya yang berbeda. Karena itu suatu hal yang dianggap biasa oleh kita, belum tentu itu biasa bagi pasangan kita. Karena itu penting sekali yang namanya komunikasi.

    Biasakanlah mengulang kembali sesuatu yang kita pikir seharusnya dia sudah tahu
    ,

    jangan berasumsi dan maklumi perbedaan budaya tersebut.
     
  2. Pancasila Sila ke-4 / Kesepakatan

    Masih pada ingat, apa isi Pancasila sila ke-4?

    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.

    Wah, siapa sangka, Bung Karno pernah merumuskan kunci agar pasangan bisa terus rukun. Hehe. Poin yang diambil ialah kata HIKMAT dan permusyawaratan alias KESEPAKATAN.

    Apa saja sih butir-butir sila ke-4 ini jika disesuaikan dengan konteksnya dengan pasangan?
    - Mengutamakan kepentingan bersama.
    - Tidak memaksakan kehendak.
    - Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
    - Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat KASIH.
    - Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
    - Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran Firman.
    - Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

    Intinya adalah KESEPAKATAN.

    Yang namanya pacaran, pasti pernah konflik.

    Kenapa?

    karena karakter setiap manusia berbeda. Masing2 kita dibesarkan dengan cara yang berbeda, dan ketika kita berusaha menjadi satu prinsip dengan pasangan, pasti terdapat banyak pertentangan.

    Karena itulah kesepakatan penting untuk dibuat. Hindari asas harusnya saling ngertiin ("harusnya lo ngerti dong?"), buat kesepakatan untuk segala hal pemicu konflik. Kalau perlu, buatlah sebuah "buku kesepakatan" yang dimiliki bersama.

    Berikut contoh kesepakatan yang bisa dibuat:
    - Minimal Setiap 2 jam sekali, saling kasih kabar lewat sms
    - Setiap malam doa tidur bareng melalui telepon
    - Tidak lagi melakukan/melayani curhat dengan teman lawan jenis
    - My first kiss is my wedding kiss
    - menjaga batasan bersentuhan
    - Tidak curhat konflik dengan pasangan ke keluarga
    - Tabungan rutin dan batas pengeluaran per bulan
    - dst.

    Semakin dekat hubungannya, apalagi setelah menikah, jumlah kesepakatan akan jauh bertambah banyak hingga hal-hal terkecil seperti:
    - tidak menutup pintu keras2
    - pencet odol dari bawah
    - jangan taruh handuk basah di kasur
    - Matikan lampu teras setiap pagi
    - dst.

    Hal-hal kecil seperti odol, pintu dan handuk saja bisa bikin konflik besar loh kalau tidak disepakati ;)

    Ketika kesepakatan sudah dibuat, tidak berarti kesepakatan tersebut tidak akan terlanggar lagi. Kita harus bisa mengerti bahwa kita sebagai manusia pun bisa lupa, terlebih lagi bukan hal yang mudah untuk mengubah suatu kebiasaan yang sudah berpuluh tahun.

    Diperlukan hati yang sabar dan mau mengampuni hingga terciptalah suatu kebiasaan baru yang baik.

    Pada prinsipnya, kesepakatan yang dibuat haruslah disetujui dari hati dan bukan terpaksa. Jika belum mencapai kata sepakat, lebih baik dimusyawarahkan dulu hingga mencapai kata mufakat, bisa juga minta bantuan pihak ketiga atau mentor untuk memberikan masukan agar ada pandangan yang lebih objektif.
     
  3. Spesialis Gegana (Penjinak Bom) / Keterbukaan


    Kenapa butuh penjinak bom? tentunya supaya bom tidak meledak.

    Konflik besar yang terjadi di antara pasangan biasanya hanya merupakan bom waktu yang sudah ditanam lama sebelumnya. Suatu luka yang dipendam akan semakin membusuk jika tidak diobati.

    Demikian pula dengan hati, hati yang terluka akan terus berakumulasi hingga mencapai batas kesabaran.

    Seorang petinju tidak jatuh karena pukulan terakhir melainkan karena pukulan bertubi-tubi yang sudah diterima sebelumnya.

    Karena itu keterbukaan sangatlah penting.

    Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.

    Yak 5:16 - Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya

    Jika hatimu merasa ada sesuatu yang tidak sreg dengan apa yang dilakukan oleh pasanganmu atau apa yang telah kamu lakukan, rasa kecewa atau rasa bersalah, terbukalah.

    Utarakan apa adanya, saling mengampuni dan rumuskan kesepakatan.

    Jika ada pengalaman masa lalu atau latar belakang yang mengganjal hati, terbukalah.

    Kamu tidak akan bisa menjalani hidup bersama dengan seseorang di masa depan jika kamu tidak bisa menerima masa lalunya
    .

    Segala hal yang ditutup-tutupi pasti akan terbuka suatu saat, karena itu lebih baik bom tersebut dijinakkan lebih dahulu sebelum meledak dengan sendirinya.

    Satu hal yang penting untuk keterbukaan ini ialah hati yang mau mengampuni.

    Dalam Kristus, dosa2 kita sudah diampuni, karena itu rasanya tidak layak jika kita tidak mau mengampuni orang lain. Berdoalah terlebih dahulu sebelum terbuka dan berdoalah agar bisa mengampuni.

    Dalam pernikahan, keterbukaan dan pengampunan wajib menjadi kegiatan rutin yang harus dipraktekan selamanya.
Asik kan kalau pacaran sudah mengikuti prinsip2 di atas? coba deh ;) (ra)

No comments:

Post a Comment